JazZay No To Drugs meriahkan Cito Mall Surabaya

Posted by:

BNN Kota Surabaya dan Cito Mall adakan Jazz Zay No To Drugs

Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya menggelar Jazz Zay No To Drugs, Sabtu (1/4/2017) malam di City of Tomorrow (Cito). Acara yang berlangsung di jalan pintu masuk menuju pusat perbelanjaan kota Surabaya Selatan tersebut disemarakkan penampilan 15 komunitas fusion jazz community Cito, 6 komunitas food truck dan komunitas senam Zumba serta kader BNN kota Surabaya.

Kepala BNN Kota Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suparti mengatakan dengan digelarnya acara Jazz Zay No To Drugs yang diikuti beberapa komunitas tersebut untuk mengingatkan bahaya penyebaran narkoba kepada masyarakat.

“Pencegahan dengan melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba kami gelar di semua lini. Termasuk ke pusat perbelanjaan yang ada di kota Pahlawan,” kata AKBP Suparti kepada wartawan.

IMG-20170402-WA0017

Perwira dengan 2 melati di pundak ini melanjutkan, pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat menjadi program kerja BNN Surabaya untuk memberikan pemahaman bahaya obat yang mematikan tersebut.

Selain menggelar acara tersebut, kader BNN kota Surabaya juga mendatangi masyarakat yang sedang berbelanja dan makan di restaurant yang ada. Disini, kader BNN kota Surabaya membagikan leaflet bahaya narkoba dan tempat rehabilitasi kepada pengunjung.

“Sebelumnya kami dengan berbagai cara mengemas mulai ke kampus dan sekolah mengingatkan bahaya narkoba,” ujar mantan Kapolsek Wonocolo tersebut.

Di tempat yang sama Indra Irmawan marketing communication manager Cito mengatakan acara ini juga ditandai dengan pemberian lembar pernyataan yang menyatakan seluruh elemen dan warga Cito Mall siap untuk menjaga seluruh setiap jengkal di daerah ini untuk bebas narkoba. Lembar ini diberikan kepada kepala BNN Surabaya AKBP Suparti dari Gunawan Mall Manager Cito.

“Kami mengajak semua komunitas untuk melakukan kegiatan positif. Acara ini bisa menjauhkan bahaya narkoba dan direncanakan akan digelar setiap bulan dengan acara yang berbeda. Dan pemberian perjanjian ini membuktikan komitment kami untuk menjauhkan diri dari narkoba,” kata Indra.

#stopnarkoba #bnn #bnnkotasurabaya #ke2janyata #jazz #musik

EDUKASI MASYARAKAT LEWAT DI CFD MASJID AL AKBAR SURABAYA

Posted by:

BNN Surabaya Edukasi Masyarakat di Masjid Agung Al Akbar.

Setelah menyasar Taman Bungkul di acara Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba di tengah masyarakat, kini Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya mendatangi pusat keramaian di kawasan Masjid Agung Al Akbar Surabaya, Minggu (5/3/2017) pagi.

Acara yang digelar oleh tim kreatif BNN kota Surabaya kerjasama dengan para kader remaja anti narkoba bentukan dinas pemuda dan olahraga (dispora) kota Surabaya ini rutin diadakan di setiap hari libur.

Kepala BNN kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan pihaknya berusaha menjangkau sosialisasi bahaya narkoba di setiap sudut kota.

“Kami ingin masyarakat kota Surabaya mengetahui dahsyatnya bahaya narkoba merusak generasi muda atau generasi emas bangsa ini dengan mengadakan sosialisasi setiap minggunya,” kata AKBP Suparti kepada awak media.

Dengan membawa mobil pemberdayaan yang dilengkapi dengan tempat tes urine bagi masyarakat, di acara ini BNN kota Surabaya juga menggelar pemutaran film tentang narkoba.

“Kami bawa mobil yang diberikan oleh BNN pusat karena fasilitasnya sudah ada. Selain itu kami juga bagi-bagi stiker/liflet, permainan ular tangga untuk anak-anak,” ujar mantan Kapolsek Wonocolo itu.

Dengan memberikan edukasi tentang bahaya narkoba kepada pengunjung yang rata-rata sedang melakukan olah raga pagi bersama keluarganya tersebut, AKBP Suparti berharap agar tidak ada lagi pengguna narkoba di Surabaya.

“Diharapkan tidak ada lagi yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Sudah banyak korban gara-gara barang haram ini. Agar masyarakat mampu dan punya daya tangkal untuk melakukan pencegahan di lingkungan masing-masing misalnya lingkungan keluarga dan lingkungan kerja,” tukas mantan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya tersebut.

#stopnarkoba #bnnkotasurabaya #ke2janyata

DEKLARASI ANTI NARKOBA, DGCI GANDENG BNN KOTA SURABAYA

Posted by:

Deklarasi anti narkoba, DGCI gandeng BNN Surabaya

IMG-20170227-WA0002
Puluhan anggota Datsun Go Community Indonesia (DGCI) mendeklarasikan diri sebagai komunitas otomotif keluarga anti narkoba, Minggu (26/2/2017). Dengan menggandeng pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya, deklarasi tersebut dilakukan di showroom mobil Nissan jalan Kenjeran dengan membubuhkan tanda tangan bersama di spanduk yang telah disediakan.

Ariesta Dwi Rach Yudha Vice President of Datsun 3 Jawa Timur mengatakan, deklarasi tersebut diikuti oleh anggotanya yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan dan Probolinggo.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa komunitas ini mendukung pemerintah untuk menghindari narkoba yang terbukti dapat merusak bangsa dan generasi penerus,” tegas Ariesta kepada wartawan.

Ia melanjutkan, DGCI sendiri juga telah melakukan Memory of Understanding (MoU) dengan BNN pusat di Jakarta pada tahun lalu tepatnya pada 3 Oktober 2016. Oleh sebab itu, DGCI pusat sendiri meminta kepada perwakilan komunitas mobil keluarga tersebut untuk ikut mensukseskan pemberantasan narkoba di wilayahnya masing-masing.

“Anggota DGCI akan berperan aktif memberitahukan ke BNN kota Surabaya bila diketemukan ada anggota atau di lingkungan masing-masing yang terbukti mengkonsumsi narkoba,” ujarnya.

Usai deklarasi anti narkoba, sedikitnya 60 mobil komunitas DGCI selanjutnya melakukan touring ke Jedih Madura.

Ketua BNN kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan pihaknya mengapresiasi tindakan yang dilakukan komunitas otomotif keluarga tersebut dengan menggelar deklarasi anti narkoba.

Menurut mantan Kabag Humas Polrestabes Surabaya tersebut, dengan banyaknya masyarakat yang tahu bahayanya pemakaian narkoba dapat membuat kota Pahlawan terbebas dari barang yang menyebabkan kematian tersebut.

“Pencegahan bahaya narkoba lebih utama. Kami akan terus menggandeng pihak lain untuk memberantasnya,” kata AKBP Suparti sambil menyebut jika pihak BNN Surabaya akan melakukan tes urine di semua komunitas yang ada di kota Pahlawan.

#stopnarkoba #bnnkotasurabaya

LAGI, TIM GABUNGAN DARI BNNK SBY & SKPD TERKAIT LAKUKAN RAZIA KOS-KOSAN

Posted by:

TIM GABUNGAN RAZIA KOS-KOSAN

IMG-20170202-WA0010

Meminimalkan penyebaran narkoba di kota Pahlawan, tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya, Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Surabaya, Kecamatan, Polsek dan Koramil Wonokromo melakukan razia kos-kosan di kawasan Bratang Gede, Selasa (2/2/2017).

“Kami melakukan razia gabungan di kos-kosan baik yang elite maupun kelas menengah. Ada 6 kos yang telah kami razia, tidak diketemukan pengguna narkoba karena tes urine semua negatif,” kata kepala BNN kota Surabaya AKBP Suparti.

Menurut mantan Kabag Humas Polrestabes Surabaya tersebut, dalam razia yang dilakukan, dirinya mengacungi jempol terhadap penghuni kos saat dimintai tes urine.

Mereka tidak lagi sembunyi dan melarikan diri saat dimintai menjalankan tes urine. Para penghuni kos tersebut nampak terbuka menyambut tim gabungan tersebut untuk melakukan razia ditempatnya.

“Alhamdulillah, baik penghuni kos maupun pemilik secara terbuka menerima kedatangan tim untuk melakukan razia. Biasanya mereka tidak mau bahkan ada yang melarikan diri saat mengetahui ada razia narkoba, karena dari pengalaman sebelumnya, banyak bandar dan pengguna narkoba di kos-kosan,” ujarnya.

Namun demikian, ditambahkan Suparti bahwa pihaknya tetap akan terus melakukan razia sebagai satu diantara upaya untuk melakukan gerakan aktif membersihkan Kota Surabaya dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

#stopnarkoba #bnnkotasurabaya #ke2janyata

RAPAT KOORDINASI BERSAMA TIM ASESMEN TERPADU

Posted by:

PENGUKUHAN TAT OLEH BNN KOTA SURABAYA

IMG-20170131-WA0016

Kepala departemen syaraf, jiwa dan rehabilitasi RSAL dr Ramelan, Kolonel laut dr I K Tirkanandaka Sp KJ saat pemaparan dampak narkoba di Ibis hotel
Seseorang yang telah menjadi pecandu narkoba, hingga kini tidak bisa disembuhkan. Demikian pernyataan dari Kolonel Laut dr IK Tirkanandaka Sp KJ, kepala departemen syaraf jiwa dan rehabilitas RSAL dr Ramelan.

“Pecandu narkoba tidak bisa sembuh tetapi dinyatakan pulih. Narkoba sendiri kan menyebabkan penyakit otak yang kronis,” kata dr IK Tirkanandaka dalam rapat koordinasi pengukuhan Tim Asesmen Terpadu (TAT) di hotel Ibis jalan Basuki Rahmad, Selasa (31/1/2017).

Tim asesmen terpadu sendiri terdiri dari 7 lembaga yaitu Badan Narkotika Nasional (BNN), kementerian hukum dan HAM RI, dinas kesehatan, kementerian sosial, kejaksaan, dan kepolisian.

Ditambahkan dr IK Tirkanandaka, tingkat pemulihan seorang pecandu narkoba tergantung tingkat ringan atau beratnya untuk mencoba agar mau lepas dari ketergantungan narkotika.

Pecandu narkoba, banyak mengalami perubahan di dalam otak yang menyebabkan fungsinya terganggu. Walaupun dinyatakan pulih, kadang keinginan kambuh masih besar.

Mekanisme ketergantungan memakai narkoba karena pemakaian zat yang menyebabkan buruknya otak secara terus menerus. Keinginan atau dorongan yang tidak tertahankan dan ini menjadi penyakit.

Disamping intervensi medis, pecandu narkoba harus bisa lakukan proses rehab. “Dan rehab jalan atau inap itu tergantung dari dokter. Berbasis community atau keluarga tergantung dari dokter yang menanganinya,” ujarnya.

Ia menyebut, pemakaian putauw atau heroin bisa menyebabkan gila. Banyak obat legal dokter disalah gunakan seperti double L atau koplo. Harganya yang murah mencapai Rp 200-500 per tablet membuat anak-anak mengkonsumsi besar.

Sedangkan efek ganja paling khas adalah seseorang mengalami flash back. Untuk tembakau gorilla atau tembakau ganesha bisa bikin kejang-kejang black out atau pingsan. Karena di dalam darah kaliumnya turun drastis.

“Dulu amphetamine dipakai obat pilek dan obat diet akhirnya disalah gunakan. Ini yang harus diwaspadai bersama,” tukasnya.

Kepala BNN Surabaya AKBP Suparti mengatakan tim asesmen terpadu bertujuan agar pengguna dan penyalahguna atau pecandu narkoba wajib menjalani rehabilitasi.

“Rehabilitasi medis dan sosial wajib dikenakan kepada pengguna dan penyalahguna narkoba sesuai pasal 54 UU no 35 tahun 2009,” kata AKBP Suparti.

#stopnarkoba #bnnksurabaya #ke2janyata

UNAIR LAKUKAN STUDY EXCURSION KE BNN KOTA SURABAYA

Posted by:

BNN Kota Surabaya terima study excursion mahasiswa Farmasi UNAIR

IMG-20170118-WA0008
Sebanyak 50 mahasiswa semester V dari fakultas farmasi Universitas Airlangga (Unair) melakukan study excursion, Rabu (18/1/2017). Mereka melakukan kunjungan kepada 2 lembaga yaitu Badan Pengawas Obat dan Makanan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya.

Ketua acara study excursion fakultas farmasi Unair Riyantita Tunjung S mengatakan kedatangan mereka untuk mengetahui segala jenis obat yang ada.

“Mulai dari golongan obat bebas, obat terbatas termasuk narkotika. Kami harus mengetahui dan memperdalam agar ketika lulus nanti dapat mengetahui kinerja obat yang ada misalnya apoteker,” kata Riyantita Tunjung S.

Untuk kedatangan di BNN kota Surabaya, dirinya baru mengetahui jika fakultas farmasi diperlukan untuk kinerja menindak pemberantasan narkoba.

“BNN ternyata bukan hanya memerlukan penegak hukum saja. Tetapi ternyata dokter dan apoteker diperlukan disini untuk mengetahui banyaknya obat berbahaya yang beredar,” ujarnya.

Dosen fakultas farmasi Unair, Chrismawan Ardianto mengatakan pihaknya mengajak mahasiswanya agar lebih dekat dan mengetahui kinerja BNN kota Surabaya.

“Nantinya setelah lulus, pekerjaan mereka selanjutnya akan berdekatan dengan obat golongan narkotika,” kata Chrismawan.

Ia berharap, agar lulusan farmasi Unair juga ikut menanggulangi obat-obatanan yang dijadikan narkotika maupun prekusor.

Kepala BNN kota Surabaya AKBP Suparti saat menerima kunjungan tersebut memaparkan profile lembaga yang menanggulangi dan memberantas narkotika tersebut.

Perwira dengan dua melati di pundak tersebut juga menyampaikan visi misi dan semua kegiatan yang sudah dilaksanakan.

“Obat golongan G banyak dijual di apotik. Kami harap Unair dan kami (BNN Surabaya red) ada MOU tentang obat dan laboratorium. Karena kini banyak narkotika yang sintetis ditemukan. Diharapkan juga agar mahasiswa farmasi menambah penelitian tentang obat,” kata AKBP Suparti sambil menyebutkan jika di UU ada 18 jenis narkotika yang beredar di Indonesia.

#stopnarkoba #bnnkotasurabaya

PEMKOT & BNNK SURABAYA INGIN KELUARGA SURABAYA IDEAL

Posted by:

Risma harap keluarga Surabaya ideal

img-20170109-wa0014

Surabaya kini mempunyai komplek perkantoran dan ruang pertemuan di lantai 4 Siola. Selain itu, di lantai 2 juga ada Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kota Surabaya. Senin, (9/1/2017), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, Kepala BNN kota Surabaya AKBP Suparti meninjau ke tempat tersebut.

Ke depannya, ruang pertemuan di lantai 4 Siola tersebut bisa disewa oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan. Sedangkan di Puspaga lantai 2 Siola, diperuntukkan untuk konseling pengasuhan anak dan keluarga, kelas parenting dan rumah sahabat anak.

“Untuk Puspaga, kami membuat ruang agar semua bisa berpartisipasi antara anak dan orang tua. Disini ada konseling bagi pasangan yang belum nikah dan hingga punya anak. Harapannya Surabaya mempunyai tempat untuk menyelesaikan permasalahan itu tadi,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Selain itu di Puspaga ini, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan bersama dengan BNN kota Surabaya serta Polrestabes Surabaya menyediakan anggotanya untuk membantu konsultasi masyarakat yang datang.

Kombes Pol M Iqbal mengakui bila pihaknya akan menempatkan beberapa anggota kepolisian untuk membantu masyarakat yang membutuhkan wawasan maupun laporan.

“Kami juga sediakan berbagai macam konsultasi. Pihak Polrestabes akan menempatkan anggota Binmas dan PPA disini untuk membantu masyarakat,” kata M Iqbal.

Senada, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengaku siap membantu masyarakat kota Pahlawan agar penyalahgunaan narkoba menurun dengan menempatkan anggotanya untuk memberikan penjelasan kepada keluarga yang membutuhkan.

“Kami (BNN Surabaya red) antusias dan siap membantu di Puspaga agar peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tingkat keluarga dapat diminimalkan secara dini,” kata Suparti.

#stopnarkoba #toleransi #ke2janyata

Posted by:

Risma harap keluarga Surabaya ideal

img-20170109-wa0014
Surabaya kini mempunyai komplek perkantoran dan ruang pertemuan di lantai 4 Siola. Selain itu, di lantai 2 juga ada Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kota Surabaya. Senin, (9/1/2017), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, Kepala BNN kota Surabaya AKBP Suparti meninjau ke tempat tersebut.

Ke depannya, ruang pertemuan di lantai 4 Siola tersebut bisa disewa oleh masyarakat untuk berbagai kegiatan. Sedangkan di Puspaga lantai 2 Siola, diperuntukkan untuk konseling pengasuhan anak dan keluarga, kelas parenting dan rumah sahabat anak.

“Untuk Puspaga, kami membuat ruang agar semua bisa berpartisipasi antara anak dan orang tua. Disini ada konseling bagi pasangan yang belum nikah dan hingga punya anak. Harapannya Surabaya mempunyai tempat untuk menyelesaikan permasalahan itu tadi,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Selain itu di Puspaga ini, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan bersama dengan BNN kota Surabaya serta Polrestabes Surabaya menyediakan anggotanya untuk membantu konsultasi masyarakat yang datang.

Kombes Pol M Iqbal mengakui bila pihaknya akan menempatkan beberapa anggota kepolisian untuk membantu masyarakat yang membutuhkan wawasan maupun laporan.

“Kami juga sediakan berbagai macam konsultasi. Pihak Polrestabes akan menempatkan anggota Binmas dan PPA disini untuk membantu masyarakat,” kata M Iqbal.

Senada, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengaku siap membantu masyarakat kota Pahlawan agar penyalahgunaan narkoba menurun dengan menempatkan anggotanya untuk memberikan penjelasan kepada keluarga yang membutuhkan.

“Kami (BNN Surabaya red) antusias dan siap membantu di Puspaga agar peredaran dan penyalahgunaan narkoba di tingkat keluarga dapat diminimalkan secara dini,” kata Suparti.

#stopnarkoba #toleransi #ke2janyata

TUTUP TAHUN 2016 BERSAMA ANAK YATIM

Posted by:

Akhir tahun, BNN kota Surabaya berbagi dengan anak yatim Al Mustaqim
Akhir tahun, bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya menjadi ajang berbagi dengan 100 anak yatim Al Mustaqim. Bertempat di kantor BNN kota Surabaya jalan Grudo V, petugas penegak pencegahan narkoba tersebut menggelar acara yang dibarengi dengan doa harapan di akhir dan awal tahun.

Kepala BNN kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan acara berbagi dengan anak yatim tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh pihaknya.

“Dengan dukungan dari berbagai pihak dan doa dari anak yatim, kami (BNN Surabaya red) yakin agar kinerja dalam menekan bahaya narkoba dapat tercapai,” tegas AKBP Suparti.

Menurut mantan humas Polrestabes Surabaya tersebut, peredaran gelap narkoba di kota Pahlawan harus diberantas hingga ke akar-akarnya dengan jalan memberikan pengertian dan pemahanan bahaya narkotika sejak dini.

“Kami tidak ingin narkoba merusak masa depan anak-anak. Mereka semua harus dijaga dari bahaya narkotika yang ditimbulkan agar masa depan anak-anak tetap cerah,” ujarnya di depan anggota Polsek dan Koramil Tegalsari serta warga rusun Grudo dan kader BNN kota Surabaya. #stopnarkoba

img-20170103-wa0014

TEMBAKAU GORILA, NPS BARU?

Posted by:

Siaran Pers

*MENGUAK KANDUNGAN TEMBAKAU GORILA*
B/BRP-01/I/2017/HUMAS

Jakarta, 2 Januari 2017
====================

Setelah sempat menghebohkan masyarakat kehadiran tembakau gorila sebagai zat narkotika jenis baru kini hal tersebut mencuat kembali. Kali ini tembakau gorila dikaitkan dengan adanya broadcast yang beredar di masyarakat tentang sebuah kasus yang sedang ramai diperbincangkan.

img-20170103-wa0017

Tembakau dengan nama umum yang tampak keren gorila masuk dalam klasifikasi new psychoactive substances dengan nama AB-CHMINACA ini sebelumnya telah direlase BNN pada tanggal 25 Mei 2016. Dalam release tersebut dijelaskan bahwa zat AB-CHMINACA merupakan salah satu jenis synthetic cannabinoid (SC). Meskipun demikian hingga saat ini zat tersebut belum masuk daftar lampiran UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), namun sejauh ini telah masuk dalam tahap finalisasi draft di Kemenkes untuk masuk dalam Narkotika gol. I.

Berdasarkan World Drugs Report tahun 2014, UNODC mencatat bahwa peningkatan tren Synthetic Cannabinoid (SC) adalah 50% dari zat-zat baru yang terdeteksi. Dari jumlah tersebut beberapa jenis SC yang telah berhasil terdeteksi oleh BNN adalah JWH-018, XLR-11, 5-fluoro AKB 48, MAM 2201, FUB-144, AB-CHMINACA, AB-FUBINACA, dan CB-13.

Kebanyakan dari SC yang beredar dikonsumsi dengan cara dirokok, kemudian SC akan diabsorbsi oleh paru-paru dan kemudian disebarkan ke organ lain terutama otak. Oleh karena itu salah satu efeknya yakni seseorang akan terlihat “ndomblong” tetapi di dalam dirinya terbayang jadi “sesuatu” misal superman dan lain sebagainya. Pada intinya pengonsumsi akan mengikuti apa “yang dirasakan”.

Sedangkan efek samping penggunaan SC yaitu dimulai dari gangguan psikiatri seperti psikosis, agitasi, agresi, cemas, ide-ide bunuh diri, gejala-gejala putus zat, bahkan sindrom ketergantungan.

Di samping itu ditemukan pula beberapa kasus seperti stroke iskemik akibat SC, hipertensi, takikardi, perubahan segmen ST, nyeri dada, gagal ginjal akut bahkan infark miokardium.#stopnarkoba

Humas BNN

Page 1 of 6 12345...»