masha-and-the-bear

AMPHETAMINE

 

  1. Bahan stimulan susunan syaraf pusat (CNS), termasuk: kokain, kafein, nikotin, dan katin.
  2. Amfetamin pertama kali disintesis pada tahun 1887, tetapi baru dipasarkan sebagai obat pada tahun 1932. sejak itu berbagai jenis zat yang mirip amfetamin dapat disintesis, beberapa di antaranya, digunakan di bidang kedokteran, tetapi sebagian besar disalahgunakan, termasuk: benzedrin, dextroamphetamine, dexedrine, methamphetamine, fentermine, fenmetrasin, metilfenidat, ritalin dan fenfluramine
  3. Di bidang medis amfetamin banyak digunakan untuk membantu diet guna menurunkan berat badan, karena khasiatnya yang menahan lapar dan menghilangkan rasa kantuk.
  4. Sering juga disalahgunakan oleh pengemudi truk jarak jauh untuk menjaga ketahanan kerja, dan oleh para atlet untuk meningkatkan prestasi (doping).

amphetamine5. Penyalahgunaan amfetamin dalam kurun waktu yang cukup lama atau dengan dosis yang tinggi dapat mengakibatkan timbul banyak masalah             diantaranya:

      • Psychosis (pikiran menjadi tidak nyata, jauh dari realitas)
      • Kelainan psikologis dan tingkah laku
      • Pusing-pusing
      • Perubahan mood atau mental
      • Kesulitan bernapas
      • Kekurangan nutrisi
      • Gangguan jiwa

Efek pada sistem saraf pusat: dalam keadaan keracunan akut, pengguna amfetamin pada umumnya merasakan euforia, keresahan, agitasi, dan cemas berlebihan. (dee)

(sumber : BNN RI, 2006, Kamus Istilah Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya)